Friday, June 7, 2013

KITA D'KUBUR


Telah bersabda Rasullullah saw:

  " Banyak-banyaklah mengingat perosak kelazatan." Ertinya dengan itu kita patahkan kelazatan hingga putus tiang-tiangnya untuk kemudian mengadap Allah swt. Juga Rasulullah saw telah bersabda . " Kalau binatang itu tahu tentang kematian sebagai apa yang diketahui oleh anak Adam, engkau tidak akan memakannya hingga gemuk."

Al-Utharraf bin Abdullah bin As Syakir berkata, "Sesungguhnya mati itu telah memutuskan nikmat. Maka carilah kenikmatan yang tidak akaan mati di sana!". Umar bin Abdul Aziz berkata kepada Anbasah, " Banyaklah mengingati mati. Jika engkau lapang rezeki, ia akan menyempitkannya dan jika rezekimu sempit, ia akan melapangkannya."

  Mereka bersyair menyebutkan tentang ahli kubur:

  "Berdirilah di kubur! Tanyakan pada lantainya!.
    Siapa yang diampuni dalam kegelapannya?
    Siapa yang mulia didasarnya?"


Wallahuaklam. Bab 28: Mengingati Mati BUKU PENENANG JIWA

Thursday, June 6, 2013

MENANGIS KERANA TAKUT ALLAH SWT




hikayat:  Didalam golongan bani Israel ada seorang lelaki abid yg menanggung keluarga yang ramai. .Dia ditimpa kecelakan yang menylitkan dia mencari pendapatannya sehingga tidak mampu berbuat apa-apa. Dia memerintahkan isteriya agar mencari sesuatu untuk menanggung keluarganya. Kemudian perempuan itu atang ke rumah seorang kaya an meminta sedikit makanan untuk keluarganya. Orang kaya itu berkata: "Baiklah. Tapi serahkan dirimu untukku barang sebentar." Perempuan itu terdiam dasn segera pulang ke rumahnya. Apabila melihat anak-anaknya merengek-rengek, "Ibua, kami akan mati kelaparan. Berilah kami makanan." Hatinya tidak tertahan. Dia kembali lagi ke rumah orang kaya tadi dan dia ceritakan perihal keluarganya. Lalu orang kaya itu bertanya: "Apakah engkau bersetuju dengan permintaanku?" Perempuan itu mengangguk.

      Namun ketika beraa alam bilik yang sunyi itu, tubuh perempuan itu menggeletar seolah-olah seluruh anggota badannya hendak terlepas. Maka orang kaya itu bertanya: "Mengapakah engkau melakukan demikian?" perempuan itu menjwab: "Sebenarnya aku takut kepada Allah." Kemudian orang kaya berkata: "Engkau lebih takut kepada Allah bersama kefakiranmu. Mka semestinya aku lebih takut daripada engkau."  Segera dia menghentikan keinginannya terhadap perempuan itu. Diberikan apa yang diminta oleh perempuan itu. Dan perempuan itu pulang membawa nikmat yang melimpah, sehingga keluarganya menjadi senang. Kemudian Allah memberi wahyu kepada Nabi Musa as: "Katakanlah kepada fulan bin fulan. Aku telah mengampuni dosanya." Lalu nabi Musa atang kepada orang kaya tersebut seraya berkata, "Barangkali engkau telah berbuat suatu kebaikan antara engkau dengan Allah." lalu orang kaya itu menceritakan apa yang telah berlaku dan Nabi Musa berkata: "Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu..." Demikianlah tersebut dalam kitab 'Majma'ul Lathaif'

          Dirawikan daripada baginda Nabi Muhammad s.a.w baginda bersabda:

          " Sesungguhnya Allah telah berkata: "Aku tidak mengumpulkan pada hamba-Ku dua ketakutan dan dua keamanan. Barangsiapa taku kepada-Ku di dunia, aku amankan di akhirat. Dan barangsiapa (merasa) aman dari-Ku di dunia, aku takutkan dia di akhirat."

(petikan dari buku PENENANG JIWA, PENGUBATAN & RAWATAN  terjemahan Mukasyafah Al Qulub)

Sunday, June 2, 2013

KESELAMATAN MUSA DARI FIR'AUN


" Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, 'Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekelian akan disusuli. Kemudian Fir'aun orang yang mengumpulkan (tenteranya) ke kota-kota. (Fir'aun berkata), 'Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga.'

Maka, kami keluarkan Fir'aun dan kaumnya dari taman-taman daan mata air dan (dari) perbendaharaan dan kedudukna yang mulia, demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani israil. Maka, Fir'aun dan bala tenteranya menyusuli mereka pada waktu matahari terbit. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Sesungguhnya kita benar-benar aakan tersusul." (QS Asy-Syu'ara', 26: 52-61)

Dalam keadaan Bani Israil merasa terjebak dan orang-orang Fir'aun mengira bahawa mereka akan segera menangkap Bani Israil, Musa berkata, tanpa pernah kehilangan kepercayaan akan pertolongan Allah.

Dia (Musa) menjawab, " Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku." (QS Asy-Syu'ara', 26:62)

Pada saat itu Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dengan terbelahnya lautan. Firaun dan orang-orangnya tenggelam di dalam air yang menutup di atas kepala mereka setelah Bani Israil menyeberang dengan selamat (QS Asy-Syu'ara', 26: 63-68)

Tongkat Musa memiliki mukjizat. Allah mengubahnya menjadi ular dalam penyampaian wahyu yang pertama kepadanya, kemudian tongkat ini pula yang berubah menjadi ular yang menelan ular-ular jadi-jadian dari ahli sihir Fir'aun. Sekarang Musa membelah lautan dengan tongkat yang sama.

Inilah mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Musa .(Harun Yahya, Jejak Bangsa-Bangsa Terdahulu, 2007)

Saturday, June 1, 2013

PENGERTIAN WUDUK


Pengertian Wuduk

Memabasuh ataau menyapu anggota tertentu yang dimulakan dengan niat

Hukum Berwuduk

i) Wajib - Ketika hendak mengerjakan ibadat tertentu seperti solat, tawaf dan memedang Al-Quran.

ii) Sunat - i) Ketika hendak mandi wajib
                 ii) Hendak membaca Al-Quran, hadis, buku
                 iii) Ketika hendak tidur
                  iv) Ketika marah

Dalil Wuduk

Firman Allah SWT di dalam Al-Quran:

Makdusnya "Wahai orang-orang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sembahyang (padahal kamu berhadas kecil), maka berwuduklah, iaitu basuhlah muka kamu kedua belah tangan kamu hingga ke siku, sapulah sebahagian daripada kepala kamu dan basuhlah kedua kaki kamu hingga ke buku lali."
                                                                                                                                     (Al-Maidah: 6)


Sebuah hadis Nabi s.a.w

Maksudnya " Allah tidak menerima sembahyang seseorang hingga ia berwuduk"